25 Januari 2012

Why ?

Baterai laptop pun semakin melemah. Senja telah datang sambil membawa angin - angin yang tak pernah berhenti bergerak. Sayup - sayup disana terdengar suara orang 'berjanjenan' (Tradisi membaca Al Barzanji sejak 12 hari sebelum Maulid Nabi) dari desa sebelah.
"Ya Rosulallah salamun 'alaik
Ya Rofi'asya Ni Waddaroji
'Atfatayyaji rotal'alami
Ya uhailalju diwalkaromi."


Itulah sebagian syair yang masih saya ingat.


Dalam kegelapan kami senantiasa berdoa semoga akan ada cahaya. Ya, cahaya. Untuk membantu kami supaya benar dalam melangkah. Karena dalam kegelapan terdapat kengerian yang tak pernah terbantahkan. Dalam kegelapan orang tidak akan tau mana utara mana selatan. Dalam kegelapan orang tidak tau mana barang yang benar dan mana yang salah. Dalam gelap orang akan melangkah dalam kondisi gagap meraba. Dalam kegelapan orang bisa saling tidak sengaja menjegal atau sengaja menjegal satu sama lain. Dalam kegelapan orang tidak akan pernah tau mana pelaku dan mana korban. Dalam kegelapan hukum bisa berlaku tidak sebagaimana mestinya. Karena dalam kegelapan orang tidak bisa melihat antara wajah yang satu dengan wajah lainnya. Bahkan setiap mereka tidak bisa melihat dan membayangkan wajah mereka sendiri.

#Ahh... Kenapa istriknya padam terus?

0 komentar:

Poskan Komentar








Tulisan Terakhir

Kategori

Arsip Blog

Pengikut

Guest Counter